Detail Cantuman Kembali

XML

penentuan lowest astronomical tide (LAT) sebagai chart datum menggunakan metode admiralty dan least square


Makassar, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki peran penting dalam sektor maritim Indonesia dengan pelabuhan terbesar dan tertua di Pulau Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan Lowest Astronomical Tide (LAT) sebagai Chart Datum menggunakan Metode Admiralty dan Least Square di Makassar, dengan data observasi pasang surut selama satu tahun. Pasang surut merupakan merupakan fenomena yang periodik, sehingga dapat diprediksi. Gaya tarik menarik, faktor meteorologis, dan oseanografi juga ikut berperan dalam pembentukan karakteristik pasut sehingga permukaan air laut memiliki variasi ketinggian dari satu tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu, metode perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup analisis harmonik untuk memperoleh nilai konstanta harmonik, tipe pasang surut, serta peramalan tinggi pasang surut untuk satu tahun ke depan. Hasil dari analisis ini memberikan informasi yang detail tentang kondisi pasang surut di Makassar, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk aktivitas pelayaran militer dan internasional. Penelitian ini juga menyajikan nilai konstanta pasut yang digunakan untuk menentukan datum pasang surut seperti Highest Astronomical Tide (HAT), Mean Sea Level (MSL), dan LAT, yang penting dalam pemetaan laut dan perencanaan infrastruktur maritim.
624.25.24 Moh p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
x, 74 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...